![]() |
| Strategi memulai investasi Bagi pemula: Investasi dalam jumlah banyak sekaligus atau investasi sedikit namun rutin? Mari kita simak bersama-sama! |
Pertanyaan ini tentu saja pernah muncul di benak kamu
sebelum memulai berinvestasi, apalagi jika kamu baru saja mendapatkan uang
dalam jumah yang banyak misalnya dana yang bersumber dari warisan, bonus atau
hasil menjual rumah. Memulai berinvestasi sejak dini adalah pilihan yang sangat
tepat. Namun yang manakah yang paling menguntungkan, Investasi dalam jumlah
banyak sekaligus atau investasi yang sifatnya sedikit demi sedikit yang
dilakukan secara rutin? Perlu kamu ketahui lebih dulu bahwa kedua – duanya
mempunyai keutamaan masing – masing. Sebagian dari kamu mungkin percaya bahwa
investasi dalam jumlah yang besar sekaligus lebih menguntungkan, namun jika
kita telaah lebih dalam lagi, kamu akan medapati bahwa investasi secara rutin
dengan uang yang sedikit ternyata lebih memiliki banyak kelebihan. Dengan
menggunakan Systematic Investment Plan (SIP) kamu
bisa investasi rutin dengan jumlah yang relative sedikit. Untuk memahami kenapa
ini menjadi pilihan yang menarik bagi kamu, kamu harus memahami dulu sedikit mengenai
DCA atau Dollar Cost Averaging. Mari belajar sesuatu yang baru hari ini!!!
Apa itu Dollar Cost
Averaging?
Dollar Cost Averaging
(atau disingkat DCA) adalah salah satu teknik dalam berinvestasi dimana seorang
investor berinvestasi pada jumlah rupiah tertentu yang dijadwalkan secara rutin
tanpa peduli terhadap harga pada saat investasi tersebut dilakukan. Dengan
metode ini, seorang investor akan membeli unit saham yang banyak saat harga
saham murah dan membeli unit saham yang sedikit saat harga saham naik. Sebagai
contoh, Rudi adalah seorang pegawai negeri yang rajin membeli saham PT. ABC,
Rudi telah berkomitmen bahwa gaji tiap bulannya akan dipotong Rp. 1.000.000
untuk membeli saham PT ABC. Tidak peduli apakah harga saham tesebut naik atau
turun, Rudi akan tetap mengeluarkan uang sebanyak Rp. 1.000.000 untuk membeli
saham PT. ABC pada awal bulan. Jika kamu merupakan pemula dalam dunia
investasi, mungkin kamu harus mempertimbangkan untuk mengikuti langkah yang
dilakukan Rudi seperti contoh diatas. Jika kamu memilih berinvestasi di saham atau rekasadana
saham, kamu akan kaget melihat chart harga yang cenderung naik turun
mengikut harga pasar dalam waktu yang cepat, untuk bermain aman kamu bisa
menerapkan DCA dalam berinvestasi di saham atau di reksadana saham.
![]() |
| Dollar Cost Averaging adalah investasi dengan jumlah tertentu tertentu secara rutin tanpa peduli terhadap harga pada saat investasi tersebut dilakukan. |
Mari kita kupas lebih dalam lagi mengenai kelebihan DCA
dengan melihat contoh kasus. Misalnya Rudi memiliki Rp. 1.000.000 untuk
diinvestasikan setiap bulan di PT. ABC, harga per-unit saham PT. ABC dalam 5
bulan terakhir adalah sebagai berikut:
Bulan 1 : Rp. 920
Bulan 2 : Rp. 980
Bulan 3 : Rp. 950
Bulan 4 : Rp. 920
Bulan 5 : Rp. 1150
Jika Rudi melakukan investasi rutin setiap awal bulan pada
harga saham diatas, dengan investasi Rp. 1.000.000 secara rutin, maka jumlah
unit saham yang didapatkan oleh Rudi adalah:
Bulan 1 : Rp. 1.000.000
/Rp. 920 = 1.086,96 unit saham
Bulan 2 : Rp. 1.000.000
/Rp. 980 = 1.020,41 unit saham
Bulan 3 : Rp. 1.000.000
/Rp. 950 = 1.052,63 unit saham
Bulan 4 : Rp. 1.000.000
/Rp. 920 = 1.086,96 unit saham
Bulan 5 : Rp. 1.000.000
/Rp. 1.150 = 869,57 unit saham
Unit saham yang telah dimiliki Rudi = 5.116,52
Harga rata – rata saham selama 5 bulan:
5.000.000/5.116,52= 977,23
Tanpa menghiraukan harga saham yang naik-turun dengan
investasi Rp. 1.000.000 setiap awal bulan, maka pada bulan ke 5 Rudi telah
memiliki sebanyak 5.116,52 unit saham, dan harga rata – rata saham untuk 5
bulan adalah Rp. 977,23. Dengan asumsi bahwa harga saham bulan ke 5 adalah Rp. 1.150
per unit saham, maka investasi awal Rp. 5.000.000 Rudi telah naik manjadi Rp. 5.883.995,70
pada bulan ke-5.
Bagaimana
jika Rudi melakukan investasi sekaligus dengan jumlah Rp. 5.000.000 (lump sum
investment)?
Seandainya uang total Rp. 5.000.000 milik Rudi di investasikan
sekaligus semuanya pada salah satu bulan diatas, maka nilai investasi Rudi bisa
jadi lebih besar atau lebih kecil dari Rp. 5.883.995,70, tergantung pada bulan
mana Rudi menginvestasikan uangnya, jika Rudi investasi pada bulan ke-4 dan
menjual sahamnya pada bulan ke 5 maka nilai investasinya sekarang senilai total
Rp. 6,250,000.00 (lebih besar). Namun masalahnya adalah tidak ada satupun yang
bisa memprediksi harga (timing the market), karena harga saham cenderung naik
turun mengikuti sentimen pasar. Strategi dollar cost averaging adalah strategi
yang memberi kemudahan para investor untuk meminimalisir resiko harga yang
naik-turun dengan menggunakan harga rata – rata dan membandingkannya dengan
harga terkini. Strategi ini merupakan pilihan bagi kamu yang berniat menabung
saham dan tidak berniat untuk masuk ke dunia perdagangan saham dengan strategi
spekulasi.
Jika kamu sudah cukup familiar dengan strategi di atas, kamu bisa memulai investasi sejak dini tanpa harus takut kapan akan membeli dan kapan akan menjual saham. Perlu diketahui bahwa strategi diatas sangat ampuh bagi kamu jika ingin investasi saham atau reksadana saham dengan jangka panjang (diatas 5 tahun). Jika kamu ingin investasi jangka pendek, maka kamu bisa memilih produk investasi lain seperti reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap.



Comments
Post a Comment